Thursday, September 1, 2011

Belajar Terbang (Part 2)


YASA
Bul..
Mau kemana?

Bul-bul sudah siap dengan tas besar menempel di punggung, sebuah topi kecil di kepala, dan sebatang ranting.. yg dipegang erat dan ditunjukkan ke arah cakrawala.

BUL-BUL
Ke sana..
Ke balik bukit..
Ku kan menuju

YASA
(menirukan bul-bul)
Ke sana.. ke balik bukit.. ku kan menuju..
Ha!!??
Kenapa ke sana, Bul?

BUL-BUL
Saat ibu-ku di bawa. Aku perhatikan sampai saat-saat terakhir.
Dan ke sanalah mereka membawanya..

YASA
Bul..
Kau pernah mendengar cerita tentang naga kecil yg bisa terbang?
Kecepatan kepakkan sayapnya bisa mencapai 60-80 kali per detik.
Desain tubuhnya yg sempurna memungkinkan ia dapat melakukan manuver-manuver yg luar biasa!

BUL-BUL
Naga kecil yg bisa terbang..
Capung, maksudmu?

YASA
(Yasa terdiam sesaat, kemudian kembali berbicara)
Ok..
Atau.. Kau pernah mendengar mengenai hewan pengerat berbulu..
Telinganya panjang.. Giginya besar-besar..
Ia dapat melahapmu dalam sesaat!

BUL-BUL
Kelinci?
Dia kan herbivor..

YASA
Baiklah.. Yg terkakhir ini, pasti akan menyurutkan semangatmu..
Hewan yg satu ini terbuat dari besi.
Kakinya bundar-bundar ada empat.
Bokongnya mengeluarkan asap yg dapat menyesakkan dada.
Tubuhnya besar, larinya kencang!

BUL-BUL
Hewan itulah yg telah membawa kabur ibuku,
bersama dengan manusia.

YASA
Bul, jadi..
Kau benar ingin mencari ibumu, walau apapun rintangan menghadang..
Seperti Ayah Marlin yg mencari Nemo sampai ke pelabuhan Sidney?

BUL-BUL
Yup!

YASA
Baiklah..
Aku akan menemanimu

BUL-BUL
Tidak usah, Yasa..
Biarlah perjalanan penuh bahaya ini, aku sendiri yg melewatinya..

YASA
Eits..
(menggoyang-goyangkan telunjuknya)
Kita akan menempuh petualangan ini bersama
(menggandeng bul-bul)
Seperti Frodo Baggins dan Sam Wisely

BUL-BUL
(tersenyum)
Baiklah..


Setelah Yasa berbenah, mereka pun berbaris di lintasan.. dan kemudian.. Terbang!

BUL-BUL
Yas, ngomong-ngomong soal Frodo dan Sam.. Kau ini siapa, dan aku siapa?

YASA
Tentu saja, aku Frodo, dan kau Sam.

BUL-BUL
Hmm.. Kenapa begitu?

YASA
Karena aku lebih tampan darimu!

BUL-BUL
Haha.. Enak saja..

YASA
Haha..
Ayok kita berangkat ke bukit Mordor!

BUL-BUL dan YASA
Hahaha..


(Bersambung..)

Saturday, August 13, 2011

17-30

Seorang pemuda berusia 17 tahun, terpeleset di balkon, kemudian jatuh dari lantai 30 sampai ke lantai dasar. Tubuhnya hancur, tetapi ia tidak mati. Ia koma sampai dengan usianya menginjak 30 tahun.

Sudah, demikian saja.. haha.. TAMAT

Friday, August 12, 2011

Belajar Terbang

Seekor burung kecil dan gembul sedang belajar terbang. Ia berlari-lari kecil di sebuah lintasan yang merupakan celah di antara akar-akar pohon di sebuah taman yang rimbun. "Bul-bul" nama burung kecil itu.

Bul-bul ditemani "Yasa", teman kecilnya, yang baru saja bisa terbang.


YASA
Bul, ayo, bul..

BUL-BUL
Aduuh, susah ini..

YASA
haha..
Kamu kurangi makan dulu mungkin..
Baru nanti bisa..

BUL-BUL
Bisa, terbang?

YASA
Bisa,, kurusan dikit!
hihihi

BUL-BUL
Huuuh..
[BEAT]
Aku harus bisa terbang, supaya bisa mencari ibuku yang diambil oleh manusia..


Bersambung..

Friday, February 19, 2010

Lupa Teman

Lupa sahabat, lupa kerabat.. Lupa saudara, mungkin juga lupa ingatan..
Itu adalah petikan dari lagu "Uang, Lagi-Lagi Uang" yang dipopulerkan oleh Nicky Astria. Tidak ada hubungannya dengan uang, tapi ideceritafilm yang satu ini ada hubungannya sedikit dengan potongan lagu tersebut.

Ideceritafilm-nya mengambil inspirasi dari film "50 First Dates" dan kehidupan saya sendiri. Bagaimana jika besok teman Anda lupa begitu saja dengan Anda? Sedikit disinggung dalam film Tarix Jabrix melalui tokoh Dadang, tetapi ideceritafilm yang satu ini lebih ekstrim.

Skenario filmnya bisa diarahkan kepada teori-teori mengenai cara menumbuhkan rasa pertemanan, sampai bagaimana menjaga hubungan baik tersebut. Bisa juga diselipkan tentang bagaimana pertemanan yang positif dan bagaimana pertemanan yang negatif.

Monday, January 4, 2010

Permintaan Terakhir

Pada film-film yang ada cerita mengenai hukuman mati, hampir selalu ada adegan di mana sang terdakwa ditanya mengenai permintaan terakhirnya. Jika hukuman matinya digantung, ditanyanya ketika di tiang gantungan. Kalau hukuman matinya kursi listrik, ditanya ketika sedang duduk. Kalau hukuman matinya disuntik mati, ditanyanya ketika sedang tiduran. Seakan-akan permintaan terakhir begitu penting dan wajib ada seiring dengan hukuman mati.

Permintaan terakhir seringkali menjadi adegan penuh tangis, jika konteks ceritanya adalah seseorang akan terpisah selamanya dari saudaranya, atau menjadi sangat intense jika sang terdakwa adalah seorang yang sangat licik, di mana permintaan terakhirnya tersebut akan juga menjadi kesempatan terakhirnya untuk meloloskan diri serta membuktikan kecerdasannya, atau akan menjadi biasa saja, jika sang terdakwa telah menyerahkan segalanya kepada Sang Mahakuasa. Sehingga, selain ada nuansa kematian, pada ideceritafilm ini bisa ditambah dengan nuansa kesedihan, ketegangan, atau religius.

Apapun konteksnya, permintaan terakhir adalah sesuatu yang sangat powerfull. Atau begitu setidaknya yang diperlihatkan di film-film. Seakan-akan sebuah permintaan terakhir harus dipenuhi, bagaimanapun caranya.

Lebih jelasnya, ideceritafilm ini adalah untuk film pendek. Yaitu, mengambil sepotong saja moment ketika seseorang harus mengucapkan permintaan terakhirnya, dan pihak yang berwenang mau-tidak-mau harus memenuhinya. Kalau mau dibawa ringan, mungkin permintaan terakhirnya adalah minta makanan yang banyak dan enak-enak. Kalau mau dibawa lebih serius, bisa permintaan terakhirnya adalah bertemu seseorang yang "misterius". Yah, lebih serius dan lebih misterius beda tipis, lah.. :D

Lalu apa pesan yang ingin disampaikan? Pesannya secara spesifik, mungkin akan berbeda-beda tergantung dari cerita yang akan dibawa oleh film ini nantinya. Tetapi, secara umum, satu pesan yang bisa dibawa, yaitu : "Jangan menyia-nyiakan kesempatan". Menjadi hiperbolik dalam cerita ini karena kesempatan tersebut betul-betul kesempatan yang terakhir. Terkesan klise, tapi sangat relevan dengan ideceritafilmnya.

Cukup menarik, bukan?

Wednesday, December 16, 2009

Tersembunyi

Hewan atau tumbuhan ternyata memiliki kecerdasan tersembunyi. Tidak seperti yang diketahui manusia. Di dalam "kepala" mereka selama ber-abad-abad mereka berfikir mengenai teknologi, sastra, dsb.. Sampai akhirnya di saat manusia lengah. Mereka bangkit. menunjukkan "kecerdasan" mereka. Yang luar biasa.

Pada awalnya "pergerakan" mereka (hewan dan tumbuh-tumbuhan) tidak meresahkan. Sampai suatu saat timbul perasaan tersaingi. Timbul ketakutan, kalau-kalau dominasi manusia di muka bumi terkalahkan. Gerakan perlawanan manusia bermunculan di sana-sini. Akhirnya, para ahli ditugaskan untuk meneliti kecerdasan mereka. Semakin jauh meneliti, termasuk melakukan serangkaian percobaan pada para hewan dan tumbuhan, mereka semakin terkagum-kagum. Kecerdasan yang mereka temukan nyaris tidak mungkin muncul begitu saja dari diri hewan dan tumbuhan tersebut.

Ketika keadaan hampir mencapai puncaknya, seorang ahli menemukan adanya keterkaitan antara pergerakkan hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan akhir-akhir ini dengan semakin banyaknya sinyal-sinyal "aneh" yang masuk ke bumi. Kemudian diketahui pula bahwa ternyata kecerdasan yang dimiliki oleh hewan dan tumbuhan tersebut dibangun secara berangsur-angsur selama berabad-abad oleh alien-alien yang sudah sangat lama ingin menginvasi bumi..

Bagaimana kelanjutannya? Silahkan putuskan sendiri.. hohoho

Friday, December 4, 2009

DVD Ayah

Orang tua seringkali ingin mempersiapkan anaknya sebaik-baiknya untuk menghadapi kehidupan yang, katanya, "kejam". Share pengalaman, petuah-petuah, nasihat, dan amarah menjadi banyak alternatif untuk melakukannya. Anak sendiri pun "sebenarnya" akan dengan antusias mendengarkannya. Seringkali, bagi anak, daya tariknya adalah ingin mengenal lebih jauh ayah-ibu mereka.

Secara khusus hubungan ayah dan anak laki-laki, adalah salah satu yang menarik. Banyak film mengenai itu telah dibuat, seperti "big fish" dan "When Did You Last See Your Father".

Di dalam "big fish", sang anak mengenal ayahnya dari cerita-cerita fiksi sang ayah. Meskipun fiksi, tetapi di sana banyak makna-makna tersirat yang daripadanya ia mengenal sang ayah. Pada "When Did You Last See Your Father", diceritakan dengan cara berbeda lagi. Tetapi, masih sama dalam hal, mencoba mengenal ayah pada detik-detik terakhir yang tersisa. Saya juga tertarik untuk membuat cerita mengenai ini..

Mungkin karena kegemaran saya menonton film, jadi terpikir ideceritafilm seperti ini.. Seorang anak lama terpisah dari ayahnya. Ayah dan ibunya bercerai ketika ia masih kecil. Ketika ia sudah cukup besar untuk mengenal dunia. Keinginan menggebu-gebu untuk mengenal sang ayah menjadi tidak tertahankan. Tetapi ketika akhirnya berhasil bertemu, ayahnya sedang sekarat, dan tidak lama kemudian meninggal. Satu yang ia tahu mengenai ayahnya, bahwa ayahnya adalah seorang penulis dan sutradara film. Ia akhirnya mencoba mengenal ayahnya dari dvd-dvd film peninggalan ayahnya. Baik yang buatan ayahnya sendiri, maupun film-film favourite ayahnya. Dari sana ia tahu bahwa ayahnya juga sangat merindukan dirinya seperti ia. Dan bahwa ayahnya menyesal telah "menelantarkannya". Berbagai cara telah dilakukan sang Ayah untuk dapat bertemu dan bercengkerama dengannya. Ada satu film buatan ayahnya yang menggantung tanpa akhir. Film itu bercerita mengenai seorang ayah yang lama terpisah dengan anaknya. Sang ayah tetap setia menunggu. Ia sangat yakin bahwa kesempatan itu akan tiba suatu saat nanti.