Analytics

Friday, May 20, 2022

Andrea (Bukan Nama Sebenarnya)

 Andrea
(Bukan Nama Sebenarnya)

Ini cerita tentang seorang pemuda
yang lahir & tinggal di ibu kota
sebuah negara berkembang
bernama Indonesia

Hari itu,
Andrea duduk saja
Termenung, Diam..
Di lantai karpet
Di sebuah Masjid

Seharusnya,
Ia tidak ada di sana
Belum jam makan siang
Apalagi jam pulang kantor

Ada pikiran berat di kepalanya
Atau, ia sedang menghindari sesuatu

Kita kilas balik beberapa tahun sebelumnya
Saat Andrea duduk
di bangku pada ruang kelas
suatu kampus kenamaan

Ia sedang mengerjakan suatu tes
Menjumlahkan angka-angka
dari atas ke bawah
pada sebuah kertas besar
warteg-test mereka menyebutnya

jika bisa menjawab benar
dalam jumlah banyak
dan konsisten
maka itu menunjukkan
pribadi tangguh yg pantang menyerah
katanya..

Andrea sesekali menatap ke luar jendela
Daun & ranting pohon pinus sesekali bergerak
karena tertiup angin

Ia menyemangati dirinya sendiri
di dalam hati berkata
"Ayo, mao kuliah di sini ga.."

Memang nuansa kota kampus itu berada
Sungguh sejuk & penuh dengan keramahan
jauh dari nuansa ibu kota tempat tinggal Andrea

Walhasil, Andrea bisa terus bersemangat
mengerjakan Wartegg Test

Syukur Alhamdulillah,
Beberapa bulan setelahnya
Diumumkan bahwa Andrea 'Lulus' tes

Fast-forward 4 tahun setelahnya
Andrea di-wisuda
dan beberapa bulan kemudian
Ia diterima di sebuah perusahaan BUMN
pada program Management Trainee

Kembali ke Andrea
yang sedang duduk termenung
di karpet sebuah masjid

Jika wartegg test 4 tahun yg lalu benar
seharusnya Andrea tegar
dan bisa menghadapi apapun persoalan di hadapannya

Tapi Ia saat ini hampir saja menyerah
Sempat terpikir
Sedikit minuman beralkohol
mungkin bisa menghilangkan segala beban pikiran
sejenak
tapi uang tidak ada

Andrea menatap ke pojok masjid
lalu mengambil sebuah Al-Quran
dan membacanya
terus membacanya

Alhamdulillah, ternyata bisa meringankan beban yg dirasakan

Monday, February 14, 2022

Pahlawan Ada di Sekitar Kita

 Hari itu Sabtu pagi. Jalanan terlihat sepi. Andi seperti biasa mengayuh sepeda gerobak roti nya berkeliling komplek. Tiba-tiba Andi dikagetkan dengan suara Pak Haji, salah satu langganannya, berteriak "Mona! Mona!". Ternyata cucu pak haji yg masih berusia 3 tahun, berjalan sendiri keluar pagar dan sudah ada di tengah jalan raya. Segera Andi mengayuh cepat sepeda gerobak rotinya, dan menangkap Mona. Hampir saja angkot yg melintas cepat menabraknya.


Di tempat yg berbeda, Diki sedang mengantar pesanan makanan dengan sepeda motor sport miliknya. Lajunya terhenti karena ada kemacetan panjang mengular di depannya. Di samping nya, suara sirinie ambulans mengaung bising. Supirnya, membuka kaca jendela, lalu bertanya "mas, ada apa sih di depan?" Diki naik ke atas pembatas jalan lalu melihat jauh ke depan. "Ada truk kelebihan muatan yg terbalik, Pak!" Ambulan itu akhirnya bisa memutar balik untuk mencari jalan lain.


Ambulan itu berjalan cepat, lalu tiba-tiba berhenti lagi setelah beberapa kilometer. Mesinnya mogok tidak mau di-starter. Rudi yg bengkel sepeda motor & tambal bannya tidak jauh dari situ, menghampirinya. Kacamata yg dikenakan Rudi ternyata bukan kacamata biasa. Dengan cepat bisa mendeteksi kebocoran oli & air radiator. Diam-diam rudi mengeluarkan alat las portable kecil seukuran pulpen. Sekejap kerusakan mobil teratasi. Ambulans pun kembali melaju cepat ke rumah sakit.


Malam itu, Rudi menutup bengkel lebih lama dari biasanya. Beberapa warga & pelanggannya menonton bareng pertandingan bola di TV yg memang sengaja Rudi letakkan pada posisi yg mudah terlihat dari luar bengkel. Termasuk di sana ada Andi yg baru selesai berkeliling berjualan roti, dan Diki yg sedang beristirahat setelah seharian bekerja sebagai ojek online. Bersamaan dengan peluit akhir pertandingan, terdengar suara "Tolong!" kencang sekali. "Ada jambret.." ujar Diki yg mampu melihat jelas ke kejauhan. Saat Diki akan memacu motor sport nya, Andi berkata "Saya ikut bantu." Diki mengangguk. Rudi memberikan bola baseball ke Andi. Andi menerimanya. Diki memacu motor sport nya dengan kencang, sampai berhasil mendekati jambret tersebut. Andi melemparkan bola baseball yg diberikan Rudi. Lalu bola tersebut mengeluarkan efek kejut listrik, yg cukup untuk membuat jambret itu kehilangan kesimbangan dan menabrak pembatas jalan.


Setelah kejadian itu, Andi dan Diki jadi sering mampir ke bengkel Rudi. Rudi memperlihatkan peralatan-peralatan canggih penemuannya ke mereka. Pada suatu malam, kembali terdengar suara "Tolong!" yg kencang sekali. Ternyata Tomi satpam komplek tergigit ular kobra yg tidak biasa. Tomi menjadi buas dan menyemprotkan bisa beracun ke warga yg melintas. Tanpa lama, Diki & Andi kembali beraksi, dengan membawa peralatan canggih Rudi lainnya.

Sunday, October 6, 2013

Connected Buildings

Publik butuh sarana untuk mobilisasi. Salah satu contoh paling sederhana, adalah untuk berpindah antar gedung yang bersebelahan. Solusinya antara lain dengan membangun jembatan penghubung.
2295004805_bba46b1fd6_z
Atau melalui terowongan bawah tanah..
PacificPlace
Tidak adanya sarana tersebut, dapat membuat kemacetan, karena pejalan kaki yang harus menyeberang melalui jalanan yang dilalui oleh kendaraan. Seperti yang terjadi di depan Mall Ambasador.
mall ambassador
Sarana penghubung antar gedung, juga dapat memberikan efisiensi yang sangat besar. Misalkan, dengan adanya pengubung antara GKBI dan Hotel Sultan, jarak yang perlu ditempuh hanya sekitar 400 meter. Bandingkan dengan jika harus melalui Bendungan Hilir dan memutar di Jembatan Semanggi, jaraknya adalah sekitar 4 KM. Efisiensinya dapat mencapai 90%,
GKBI ke Hotel Sultan (3)
Terlebih lagi, apabila selain mengubungkan antar gedung, juga menghubungkan dengan transportasi umum. Seperti yg dilakukan pada KL Sentral, Malaysia..
kl-sentral-design-plan 
Atau MTR di Hongkong
800px-HK_MTR_ETST_Mody_Road_Subway_Yellow_Zone
Bahkan subway di New York, telah dibangun sejak tahun 1.904
city_hall_subway_station-1 

:D

Saturday, June 29, 2013

Traffic Works

Macetnya jakarta, tdk selalu menjadi sesuatu yg merugikan. Contohnya untuk penjual bakpao ini.

Atau ini..
Atau yg ini..

Tidak cukup di situ, sekelompok kreatif kota yg menamakan dirinya `traffic works` memiliki gagasan yg jauh lebih fenomenal. Di tengah-tengah macetnya jakarta, `traffic works` meluncurkan 'mobile ads'.


Ada pula `mobile studio` 

Maka warga pun yg sedang kemacetan, dapat mengisi waktu dengan berfotoria. Selain itu, `traffic works` juga meluncurkan `mobile basket`, 

 `mobile arcade`, 

dan `mobile restaurant`.


Semakin maraknya antusiasme warga kota, terhadap `traffic works` membuat gusar polisi lalu lintas. Akibatnya pada setiap ruas masuk jalan-jalan protokol selalu dijaga ketat. Traffic works tidak kehabisan akal, beragam bentuk kamuflase dilakukan.


4 tahun berselang, Jakarta sudah tidak macet lagi. Layanan transportasi massal sudah menjadi pilihan utama warga untuk berpergian dari 1 tempat ke tempat lainnya. 

Traffic works tinggal menjadi kenangan. Bagi warga, traffic works merupakan simbol optimisme di saat kemacetan seperti suatu keniscayaan. Selamat ulang tahun Jakarta ke-486.

Friday, September 28, 2012

my country

When we are in an international airport, we could go whereever we want. But the questions is, do we want to come back? Then the next questions will be, why do we want to come back, or why don't we want to come back..

This idea could become an interesting story for a documentary film, since there are a lot of examples to be exposed. Another reasons will be, it involves emotional and rational thinking at the same moment.

When I am in college, at a Civics Study class, a student said that he's had an opportunity to become a citizen of other country. But he choose to be Indonesian, because he feels more as indonesian, than a citizen of any other country.

Another example, an Indonesian actresse and singer, recently declare that she has change citizenship, from Indonesian to Germany. She said that it would be easier for her to go wherever she wants, and it would be good for her career.

Thus, from those two examples, we could see that the first one is more emotional, and the second one is more rational.

Furthermore, there are more examples related to the issue. Some football player has been naturalized to be Indonesian, so that he could play at the national team. Another example, a lot of Indonesian researcher choose to live and work abroad, because there are more opportunity there.


Simply, I prefer to be indonesian, because Indonesia is a tropical warm paradise, the heroism of its founding fathers has been my inspirations to be what I am today, and I haven't got any oppurtunity to become any other country citizens :D

Saturday, September 8, 2012

Cinema of The Skies

People always see the skies as a beautiful scenery.

People at the ancient time, live in high place so they could see the sky more clearly.

People now use the sky as background for their photo..

Some musicians make songs while they see the skies

Some writers get inspirational ideas after look up to the skies

But, what if the skies is not like what we think it is?

A scientist, a mad one..

do a secret experiment to gather a pieces of the skies..




Tuesday, September 4, 2012

Balapan Bajaj

Seorang pemuda di depan cermin dengan penuh percaya diri. Google transparan, helem hitam, jaket kulit, dan celana jeans... Persis penampilan seorang pembalap.

Ia keluar dari kamar kontrakannya, berlari-lari kecil sedikit untuk pemanasan, kemudian meloncat masuk ke dalam kendaraannya: Sebuah Bajaj.

Bajaj bukan sembarang bajaj. Bajajnya adalah spesifikasi sporty/ racing. Telah memenangi belasan perlombaan di "Dark Track Shadow"

bersambung...

Friday, March 30, 2012

Works from Home

hehehe..

Di suatu pagi, seorang pemuda baru bangun dari tidurnya. Dengan mata masih terpejam, ia menggerak-gerakan mouse laptop di sebelah tempat tidurnya. Pada sebuah browser, ia login ke website "drives from home". Di sudut lain kamarnya, sebuah televisi yang menyala memperlihatkan orang-orang yang sedang merayakan tahun baru 2020.

Di website tersebut terlihat ia bertugas sebagai supir taksi. Tidak lama waktu berselang, ada sebuah notifikasi muncul yang mengatakan "ada panggilan dari alamat...". Ia pun menjalankan mobil taksi keluar dari pool, menuju alamat tersebut.

Karena masih mengantuk, ia salah menekan tombol di keyboard. Ketika matanya terbuka kembali, taksi yang dijalankannya sudah menabrak sebuah pohon di dekat pangkalan taksi. Lalu sebuah notifikasi muncul di layar, "Izin berkendara Anda telah dicabut".

Sambil mengeluh, ia kembali berbaring tidur. Televisi di sudut kamarnya, memperlihatkan berita "Sebuah mobil taksi menabrak pohon pada dini hari"

Tamat :)

Thursday, September 1, 2011

Belajar Terbang (Part 2)


YASA
Bul..
Mau kemana?

Bul-bul sudah siap dengan tas besar menempel di punggung, sebuah topi kecil di kepala, dan sebatang ranting.. yg dipegang erat dan ditunjukkan ke arah cakrawala.

BUL-BUL
Ke sana..
Ke balik bukit..
Ku kan menuju

YASA
(menirukan bul-bul)
Ke sana.. ke balik bukit.. ku kan menuju..
Ha!!??
Kenapa ke sana, Bul?

BUL-BUL
Saat ibu-ku di bawa. Aku perhatikan sampai saat-saat terakhir.
Dan ke sanalah mereka membawanya..

YASA
Bul..
Kau pernah mendengar cerita tentang naga kecil yg bisa terbang?
Kecepatan kepakkan sayapnya bisa mencapai 60-80 kali per detik.
Desain tubuhnya yg sempurna memungkinkan ia dapat melakukan manuver-manuver yg luar biasa!

BUL-BUL
Naga kecil yg bisa terbang..
Capung, maksudmu?

YASA
(Yasa terdiam sesaat, kemudian kembali berbicara)
Ok..
Atau.. Kau pernah mendengar mengenai hewan pengerat berbulu..
Telinganya panjang.. Giginya besar-besar..
Ia dapat melahapmu dalam sesaat!

BUL-BUL
Kelinci?
Dia kan herbivor..

YASA
Baiklah.. Yg terkakhir ini, pasti akan menyurutkan semangatmu..
Hewan yg satu ini terbuat dari besi.
Kakinya bundar-bundar ada empat.
Bokongnya mengeluarkan asap yg dapat menyesakkan dada.
Tubuhnya besar, larinya kencang!

BUL-BUL
Hewan itulah yg telah membawa kabur ibuku,
bersama dengan manusia.

YASA
Bul, jadi..
Kau benar ingin mencari ibumu, walau apapun rintangan menghadang..
Seperti Ayah Marlin yg mencari Nemo sampai ke pelabuhan Sidney?

BUL-BUL
Yup!

YASA
Baiklah..
Aku akan menemanimu

BUL-BUL
Tidak usah, Yasa..
Biarlah perjalanan penuh bahaya ini, aku sendiri yg melewatinya..

YASA
Eits..
(menggoyang-goyangkan telunjuknya)
Kita akan menempuh petualangan ini bersama
(menggandeng bul-bul)
Seperti Frodo Baggins dan Sam Wisely

BUL-BUL
(tersenyum)
Baiklah..


Setelah Yasa berbenah, mereka pun berbaris di lintasan.. dan kemudian.. Terbang!

BUL-BUL
Yas, ngomong-ngomong soal Frodo dan Sam.. Kau ini siapa, dan aku siapa?

YASA
Tentu saja, aku Frodo, dan kau Sam.

BUL-BUL
Hmm.. Kenapa begitu?

YASA
Karena aku lebih tampan darimu!

BUL-BUL
Haha.. Enak saja..

YASA
Haha..
Ayok kita berangkat ke bukit Mordor!

BUL-BUL dan YASA
Hahaha..


(Bersambung..)

Saturday, August 13, 2011

17-30

Seorang pemuda berusia 17 tahun, terpeleset di balkon, kemudian jatuh dari lantai 30 sampai ke lantai dasar. Tubuhnya hancur, tetapi ia tidak mati. Ia koma sampai dengan usianya menginjak 30 tahun.

Sudah, demikian saja.. haha.. TAMAT

Friday, August 12, 2011

Belajar Terbang

Seekor burung kecil dan gembul sedang belajar terbang. Ia berlari-lari kecil di sebuah lintasan yang merupakan celah di antara akar-akar pohon di sebuah taman yang rimbun. "Bul-bul" nama burung kecil itu.

Bul-bul ditemani "Yasa", teman kecilnya, yang baru saja bisa terbang.


YASA
Bul, ayo, bul..

BUL-BUL
Aduuh, susah ini..

YASA
haha..
Kamu kurangi makan dulu mungkin..
Baru nanti bisa..

BUL-BUL
Bisa, terbang?

YASA
Bisa,, kurusan dikit!
hihihi

BUL-BUL
Huuuh..
[BEAT]
Aku harus bisa terbang, supaya bisa mencari ibuku yang diambil oleh manusia..


Bersambung..

Friday, February 19, 2010

Lupa Teman

Lupa sahabat, lupa kerabat.. Lupa saudara, mungkin juga lupa ingatan..
Itu adalah petikan dari lagu "Uang, Lagi-Lagi Uang" yang dipopulerkan oleh Nicky Astria. Tidak ada hubungannya dengan uang, tapi ideceritafilm yang satu ini ada hubungannya sedikit dengan potongan lagu tersebut.

Ideceritafilm-nya mengambil inspirasi dari film "50 First Dates" dan kehidupan saya sendiri. Bagaimana jika besok teman Anda lupa begitu saja dengan Anda? Sedikit disinggung dalam film Tarix Jabrix melalui tokoh Dadang, tetapi ideceritafilm yang satu ini lebih ekstrim.

Skenario filmnya bisa diarahkan kepada teori-teori mengenai cara menumbuhkan rasa pertemanan, sampai bagaimana menjaga hubungan baik tersebut. Bisa juga diselipkan tentang bagaimana pertemanan yang positif dan bagaimana pertemanan yang negatif.

Monday, January 4, 2010

Permintaan Terakhir

Pada film-film yang ada cerita mengenai hukuman mati, hampir selalu ada adegan di mana sang terdakwa ditanya mengenai permintaan terakhirnya. Jika hukuman matinya digantung, ditanyanya ketika di tiang gantungan. Kalau hukuman matinya kursi listrik, ditanya ketika sedang duduk. Kalau hukuman matinya disuntik mati, ditanyanya ketika sedang tiduran. Seakan-akan permintaan terakhir begitu penting dan wajib ada seiring dengan hukuman mati.

Permintaan terakhir seringkali menjadi adegan penuh tangis, jika konteks ceritanya adalah seseorang akan terpisah selamanya dari saudaranya, atau menjadi sangat intense jika sang terdakwa adalah seorang yang sangat licik, di mana permintaan terakhirnya tersebut akan juga menjadi kesempatan terakhirnya untuk meloloskan diri serta membuktikan kecerdasannya, atau akan menjadi biasa saja, jika sang terdakwa telah menyerahkan segalanya kepada Sang Mahakuasa. Sehingga, selain ada nuansa kematian, pada ideceritafilm ini bisa ditambah dengan nuansa kesedihan, ketegangan, atau religius.

Apapun konteksnya, permintaan terakhir adalah sesuatu yang sangat powerfull. Atau begitu setidaknya yang diperlihatkan di film-film. Seakan-akan sebuah permintaan terakhir harus dipenuhi, bagaimanapun caranya.

Lebih jelasnya, ideceritafilm ini adalah untuk film pendek. Yaitu, mengambil sepotong saja moment ketika seseorang harus mengucapkan permintaan terakhirnya, dan pihak yang berwenang mau-tidak-mau harus memenuhinya. Kalau mau dibawa ringan, mungkin permintaan terakhirnya adalah minta makanan yang banyak dan enak-enak. Kalau mau dibawa lebih serius, bisa permintaan terakhirnya adalah bertemu seseorang yang "misterius". Yah, lebih serius dan lebih misterius beda tipis, lah.. :D

Lalu apa pesan yang ingin disampaikan? Pesannya secara spesifik, mungkin akan berbeda-beda tergantung dari cerita yang akan dibawa oleh film ini nantinya. Tetapi, secara umum, satu pesan yang bisa dibawa, yaitu : "Jangan menyia-nyiakan kesempatan". Menjadi hiperbolik dalam cerita ini karena kesempatan tersebut betul-betul kesempatan yang terakhir. Terkesan klise, tapi sangat relevan dengan ideceritafilmnya.

Cukup menarik, bukan?

Wednesday, December 16, 2009

Tersembunyi

Hewan atau tumbuhan ternyata memiliki kecerdasan tersembunyi. Tidak seperti yang diketahui manusia. Di dalam "kepala" mereka selama ber-abad-abad mereka berfikir mengenai teknologi, sastra, dsb.. Sampai akhirnya di saat manusia lengah. Mereka bangkit. menunjukkan "kecerdasan" mereka. Yang luar biasa.

Pada awalnya "pergerakan" mereka (hewan dan tumbuh-tumbuhan) tidak meresahkan. Sampai suatu saat timbul perasaan tersaingi. Timbul ketakutan, kalau-kalau dominasi manusia di muka bumi terkalahkan. Gerakan perlawanan manusia bermunculan di sana-sini. Akhirnya, para ahli ditugaskan untuk meneliti kecerdasan mereka. Semakin jauh meneliti, termasuk melakukan serangkaian percobaan pada para hewan dan tumbuhan, mereka semakin terkagum-kagum. Kecerdasan yang mereka temukan nyaris tidak mungkin muncul begitu saja dari diri hewan dan tumbuhan tersebut.

Ketika keadaan hampir mencapai puncaknya, seorang ahli menemukan adanya keterkaitan antara pergerakkan hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan akhir-akhir ini dengan semakin banyaknya sinyal-sinyal "aneh" yang masuk ke bumi. Kemudian diketahui pula bahwa ternyata kecerdasan yang dimiliki oleh hewan dan tumbuhan tersebut dibangun secara berangsur-angsur selama berabad-abad oleh alien-alien yang sudah sangat lama ingin menginvasi bumi..

Bagaimana kelanjutannya? Silahkan putuskan sendiri.. hohoho

Friday, December 4, 2009

DVD Ayah

Orang tua seringkali ingin mempersiapkan anaknya sebaik-baiknya untuk menghadapi kehidupan yang, katanya, "kejam". Share pengalaman, petuah-petuah, nasihat, dan amarah menjadi banyak alternatif untuk melakukannya. Anak sendiri pun "sebenarnya" akan dengan antusias mendengarkannya. Seringkali, bagi anak, daya tariknya adalah ingin mengenal lebih jauh ayah-ibu mereka.

Secara khusus hubungan ayah dan anak laki-laki, adalah salah satu yang menarik. Banyak film mengenai itu telah dibuat, seperti "big fish" dan "When Did You Last See Your Father".

Di dalam "big fish", sang anak mengenal ayahnya dari cerita-cerita fiksi sang ayah. Meskipun fiksi, tetapi di sana banyak makna-makna tersirat yang daripadanya ia mengenal sang ayah. Pada "When Did You Last See Your Father", diceritakan dengan cara berbeda lagi. Tetapi, masih sama dalam hal, mencoba mengenal ayah pada detik-detik terakhir yang tersisa. Saya juga tertarik untuk membuat cerita mengenai ini..

Mungkin karena kegemaran saya menonton film, jadi terpikir ideceritafilm seperti ini.. Seorang anak lama terpisah dari ayahnya. Ayah dan ibunya bercerai ketika ia masih kecil. Ketika ia sudah cukup besar untuk mengenal dunia. Keinginan menggebu-gebu untuk mengenal sang ayah menjadi tidak tertahankan. Tetapi ketika akhirnya berhasil bertemu, ayahnya sedang sekarat, dan tidak lama kemudian meninggal. Satu yang ia tahu mengenai ayahnya, bahwa ayahnya adalah seorang penulis dan sutradara film. Ia akhirnya mencoba mengenal ayahnya dari dvd-dvd film peninggalan ayahnya. Baik yang buatan ayahnya sendiri, maupun film-film favourite ayahnya. Dari sana ia tahu bahwa ayahnya juga sangat merindukan dirinya seperti ia. Dan bahwa ayahnya menyesal telah "menelantarkannya". Berbagai cara telah dilakukan sang Ayah untuk dapat bertemu dan bercengkerama dengannya. Ada satu film buatan ayahnya yang menggantung tanpa akhir. Film itu bercerita mengenai seorang ayah yang lama terpisah dengan anaknya. Sang ayah tetap setia menunggu. Ia sangat yakin bahwa kesempatan itu akan tiba suatu saat nanti.

Mind Control

Mungkin tidak akan lama lagi, manusia akan kembali dimanjakan dengan teknologi terbarunya. Belum lama ini, sebuah perusahaan telah berhasil mengembangkan sebuah game yang dapat dikontrol hanya dengan pikiran. Prinsip kerjanya mirip dengan electroencephalography yang biasa digunakan di rumah sakit. Hanya dengan emosi dan pikiran, pemain dapat menggerakan objek atau melakukan berbagai aksi lainnya di dalam permainan tersebut. Mungkin, tidak akan lama lagi, aksi-aksi tersebut bisa dilakukan di dunia nyata.

Bayangkan jika hal itu benar-benar terjadi, positifnya, mungkin kapabilitas seorang manusia akan meningkat. Misalnya saja, seorang pekerja pada konstruksi bangunan, jika biasanya ia hanya menggerakkan buldozer. Mungkin nanti ia dapat menggerakkan buldozer, menyupir truk, mematikan dan menyalakan mesin bor, serta aksi-lainnya secara bersamaan, karena semuanya tinggal dengan mengkonsentrasikan pikiran.

Negatifnya, sebaliknya dari efek positifnya, bukan jadi terpacu untuk melakukan hal yang lebih, tetapi justru malah menjadi malas-malasan karena segalanya lebih mudah. Hanya dengan tidur-tiduran ia bisa mematikan-menyalakan lampu, menggerakkan peralatan-peralatan untuk membersihkan rumah, bahkan mungkin untuk mengetik di keyboard pun malas, karena bisa hanya dengan menggunakan pikiran.

Entahlah, terlepas dari positif-negatifnya, hal ini tetap menarik untuk diperbincangkan, dan menarik pula untuk diangkat menjadi sebuah film.

Sunday, September 13, 2009

Parfum Berbau Macan

Wush.. Angin bertiup sepoi-sepoi ketika serombongan anak-anak pencinta alam sedang berjalan di tengah hutan. Seorang dari mereka mengingatkan agar jangan berjalan mengikuti arah angin, karena bisa saja di ujung sana hewan buas telah menunggu.

Seketika itu, seorang dari mereka justru berjalan mengikuti arah angin. Spontan seseorang yang lain berteriak, "Hei! kalau hewan buas mencium baumu (baca: bau manusia), nanti kita semua bisa bahaya!" "Jangan takut, saya kan pakai ini." Ia menunjukkan satu merek parfum baru. Yang berbeda dari parfum-parfum lainnya. Yaitu, "Parfum Berbau Macan", khusus untuk mereka yang senang berpergian ke alam bebas.

Thursday, September 10, 2009

Sakit Ginjal, Ginjalnya Sakit Apa ?

Pasien : Dok, jadi saya sakit apa?
Dokter : Ginjalnya, Bu..
Pasien : Ginjal???
Dokter : Ia, Bu..
Pasien : Ginjal saya kenapa??
Dokter : Sakit perut.
Pasien : Kok?
Dokter : Perutnya sakit kepala..
Pasien : Dok..?
Dokter : Kepalanya sakit panu.
Pasien : Dok.. Dok..
Dokter : Panunya sakit tenggorokan..
Pasien : Dokter ini kenapa, sih??!!
Dokter : Tenggorokannya sakiiitt..
Pasien : Sus!! Suster..!!!

Wednesday, September 9, 2009

Pembunuhan David

David tidak kuasa lagi menahan sakit. Ia berlari secepatnya menjauhi sang dosen. Ia tidak mengerti mengapa dosen yg dikenalnya selama ini baik dan selalu menggebu-gebu terhadap ilmu pengetahuan. Sekarang justru tidak ingin ilmu pengetahuan tersebut diketahui orang lain. Kalau ia tidak mau david mengakui itu punyanya, ia pun akan memberikannya dengan sukarela. Tapi kenapa akhirnya jadi begini? Orang yg dikenalnya selama ini paling rasional justru menjadi orang paling tidak rasional sedunia. David berlari tanpa arah, sampai akhirnya terhenti di ujung balkon. Dada dan perutnya mengeluarkan darah terus menerus. Kepalanya sudah semakin pusing, kesadarannya sudah tinggal sedikit. Ketika sedikit angin bertiup, ia pun kehilangan keseimbangan. Jatuh bebas dari lantai 4. Badannya menghantam tanah dengan sangat keras. Nyawanya terbang seketika.

Thursday, August 27, 2009

Lampu Merah (1)

Ini cerita tentang jalanan. Apa yang bisa ditemui di jalanan? Ya, jalan, pasti. Lalu kendaraan. Kalo lagi macet : banyak kendaraan. Lalu, polisi lalu lintas. Lalu.. lampu merah. Ya, ini memang cerita tentang jalanan.

Mengenai yang tadi terakhir disebut : lampu merah.. Pernah ga' sih ngelanggar lampu merah? Nyerobot gitu.. Kalo lagi sepi, liat kiri-kanan ga' ada mobil, ga' ada polisi juga.. Kayaknya serobot aja, ya?? Apalagi kalo lampu merahnya lama banget, lebih-lebih kalo rusak.

Tapi, sebenernya salah ga' sih nyerobot lampu merah? Jelas, kalau polisi, pasti bilang salah (mungkin kecuali kalau kasus yang terakhir tadi : lampunya rusak). Lalu kalau melanggar, dan ketahuan, ditilang ya?

Lucu juga kalau ngomongin masalah tilang. Banyak mitos yang mengatakan kalau ditilang itu merepotkan. Harus dateng ke pengadilan lah, dsb. Makanya banyak yang minta "damai" saja. Apa betul seperti itu? Atau, polisinya yang menekan/ memojokkan sampai akhirnya jadi seperti itu?

Kembali ke awal, ini film tentang jalanan. Lo ga' bisa prediksi apa yang bakal terjadi.