Analytics

Showing posts with label drama kehidupan. Show all posts
Showing posts with label drama kehidupan. Show all posts

Friday, February 19, 2010

Lupa Teman

Lupa sahabat, lupa kerabat.. Lupa saudara, mungkin juga lupa ingatan..
Itu adalah petikan dari lagu "Uang, Lagi-Lagi Uang" yang dipopulerkan oleh Nicky Astria. Tidak ada hubungannya dengan uang, tapi ideceritafilm yang satu ini ada hubungannya sedikit dengan potongan lagu tersebut.

Ideceritafilm-nya mengambil inspirasi dari film "50 First Dates" dan kehidupan saya sendiri. Bagaimana jika besok teman Anda lupa begitu saja dengan Anda? Sedikit disinggung dalam film Tarix Jabrix melalui tokoh Dadang, tetapi ideceritafilm yang satu ini lebih ekstrim.

Skenario filmnya bisa diarahkan kepada teori-teori mengenai cara menumbuhkan rasa pertemanan, sampai bagaimana menjaga hubungan baik tersebut. Bisa juga diselipkan tentang bagaimana pertemanan yang positif dan bagaimana pertemanan yang negatif.

Monday, January 4, 2010

Permintaan Terakhir

Pada film-film yang ada cerita mengenai hukuman mati, hampir selalu ada adegan di mana sang terdakwa ditanya mengenai permintaan terakhirnya. Jika hukuman matinya digantung, ditanyanya ketika di tiang gantungan. Kalau hukuman matinya kursi listrik, ditanya ketika sedang duduk. Kalau hukuman matinya disuntik mati, ditanyanya ketika sedang tiduran. Seakan-akan permintaan terakhir begitu penting dan wajib ada seiring dengan hukuman mati.

Permintaan terakhir seringkali menjadi adegan penuh tangis, jika konteks ceritanya adalah seseorang akan terpisah selamanya dari saudaranya, atau menjadi sangat intense jika sang terdakwa adalah seorang yang sangat licik, di mana permintaan terakhirnya tersebut akan juga menjadi kesempatan terakhirnya untuk meloloskan diri serta membuktikan kecerdasannya, atau akan menjadi biasa saja, jika sang terdakwa telah menyerahkan segalanya kepada Sang Mahakuasa. Sehingga, selain ada nuansa kematian, pada ideceritafilm ini bisa ditambah dengan nuansa kesedihan, ketegangan, atau religius.

Apapun konteksnya, permintaan terakhir adalah sesuatu yang sangat powerfull. Atau begitu setidaknya yang diperlihatkan di film-film. Seakan-akan sebuah permintaan terakhir harus dipenuhi, bagaimanapun caranya.

Lebih jelasnya, ideceritafilm ini adalah untuk film pendek. Yaitu, mengambil sepotong saja moment ketika seseorang harus mengucapkan permintaan terakhirnya, dan pihak yang berwenang mau-tidak-mau harus memenuhinya. Kalau mau dibawa ringan, mungkin permintaan terakhirnya adalah minta makanan yang banyak dan enak-enak. Kalau mau dibawa lebih serius, bisa permintaan terakhirnya adalah bertemu seseorang yang "misterius". Yah, lebih serius dan lebih misterius beda tipis, lah.. :D

Lalu apa pesan yang ingin disampaikan? Pesannya secara spesifik, mungkin akan berbeda-beda tergantung dari cerita yang akan dibawa oleh film ini nantinya. Tetapi, secara umum, satu pesan yang bisa dibawa, yaitu : "Jangan menyia-nyiakan kesempatan". Menjadi hiperbolik dalam cerita ini karena kesempatan tersebut betul-betul kesempatan yang terakhir. Terkesan klise, tapi sangat relevan dengan ideceritafilmnya.

Cukup menarik, bukan?

Friday, December 4, 2009

DVD Ayah

Orang tua seringkali ingin mempersiapkan anaknya sebaik-baiknya untuk menghadapi kehidupan yang, katanya, "kejam". Share pengalaman, petuah-petuah, nasihat, dan amarah menjadi banyak alternatif untuk melakukannya. Anak sendiri pun "sebenarnya" akan dengan antusias mendengarkannya. Seringkali, bagi anak, daya tariknya adalah ingin mengenal lebih jauh ayah-ibu mereka.

Secara khusus hubungan ayah dan anak laki-laki, adalah salah satu yang menarik. Banyak film mengenai itu telah dibuat, seperti "big fish" dan "When Did You Last See Your Father".

Di dalam "big fish", sang anak mengenal ayahnya dari cerita-cerita fiksi sang ayah. Meskipun fiksi, tetapi di sana banyak makna-makna tersirat yang daripadanya ia mengenal sang ayah. Pada "When Did You Last See Your Father", diceritakan dengan cara berbeda lagi. Tetapi, masih sama dalam hal, mencoba mengenal ayah pada detik-detik terakhir yang tersisa. Saya juga tertarik untuk membuat cerita mengenai ini..

Mungkin karena kegemaran saya menonton film, jadi terpikir ideceritafilm seperti ini.. Seorang anak lama terpisah dari ayahnya. Ayah dan ibunya bercerai ketika ia masih kecil. Ketika ia sudah cukup besar untuk mengenal dunia. Keinginan menggebu-gebu untuk mengenal sang ayah menjadi tidak tertahankan. Tetapi ketika akhirnya berhasil bertemu, ayahnya sedang sekarat, dan tidak lama kemudian meninggal. Satu yang ia tahu mengenai ayahnya, bahwa ayahnya adalah seorang penulis dan sutradara film. Ia akhirnya mencoba mengenal ayahnya dari dvd-dvd film peninggalan ayahnya. Baik yang buatan ayahnya sendiri, maupun film-film favourite ayahnya. Dari sana ia tahu bahwa ayahnya juga sangat merindukan dirinya seperti ia. Dan bahwa ayahnya menyesal telah "menelantarkannya". Berbagai cara telah dilakukan sang Ayah untuk dapat bertemu dan bercengkerama dengannya. Ada satu film buatan ayahnya yang menggantung tanpa akhir. Film itu bercerita mengenai seorang ayah yang lama terpisah dengan anaknya. Sang ayah tetap setia menunggu. Ia sangat yakin bahwa kesempatan itu akan tiba suatu saat nanti.

Wednesday, September 9, 2009

Pembunuhan David

David tidak kuasa lagi menahan sakit. Ia berlari secepatnya menjauhi sang dosen. Ia tidak mengerti mengapa dosen yg dikenalnya selama ini baik dan selalu menggebu-gebu terhadap ilmu pengetahuan. Sekarang justru tidak ingin ilmu pengetahuan tersebut diketahui orang lain. Kalau ia tidak mau david mengakui itu punyanya, ia pun akan memberikannya dengan sukarela. Tapi kenapa akhirnya jadi begini? Orang yg dikenalnya selama ini paling rasional justru menjadi orang paling tidak rasional sedunia. David berlari tanpa arah, sampai akhirnya terhenti di ujung balkon. Dada dan perutnya mengeluarkan darah terus menerus. Kepalanya sudah semakin pusing, kesadarannya sudah tinggal sedikit. Ketika sedikit angin bertiup, ia pun kehilangan keseimbangan. Jatuh bebas dari lantai 4. Badannya menghantam tanah dengan sangat keras. Nyawanya terbang seketika.

Thursday, August 27, 2009

Lampu Merah (1)

Ini cerita tentang jalanan. Apa yang bisa ditemui di jalanan? Ya, jalan, pasti. Lalu kendaraan. Kalo lagi macet : banyak kendaraan. Lalu, polisi lalu lintas. Lalu.. lampu merah. Ya, ini memang cerita tentang jalanan.

Mengenai yang tadi terakhir disebut : lampu merah.. Pernah ga' sih ngelanggar lampu merah? Nyerobot gitu.. Kalo lagi sepi, liat kiri-kanan ga' ada mobil, ga' ada polisi juga.. Kayaknya serobot aja, ya?? Apalagi kalo lampu merahnya lama banget, lebih-lebih kalo rusak.

Tapi, sebenernya salah ga' sih nyerobot lampu merah? Jelas, kalau polisi, pasti bilang salah (mungkin kecuali kalau kasus yang terakhir tadi : lampunya rusak). Lalu kalau melanggar, dan ketahuan, ditilang ya?

Lucu juga kalau ngomongin masalah tilang. Banyak mitos yang mengatakan kalau ditilang itu merepotkan. Harus dateng ke pengadilan lah, dsb. Makanya banyak yang minta "damai" saja. Apa betul seperti itu? Atau, polisinya yang menekan/ memojokkan sampai akhirnya jadi seperti itu?

Kembali ke awal, ini film tentang jalanan. Lo ga' bisa prediksi apa yang bakal terjadi.

Monday, July 27, 2009

Cuma di mulut..

"Saudara yakin ?"

Seakan-akan pertanyaan itu sudah tidak penting lagi. Sudah beda antara yakin di mulut dengan yakin di hati. Contoh klise, seperti dilihat di iklan-iklan. Yang satu bilang obat nyamuk ini bagus, yang satu bilang antenna ini paling hebat, yang lain nyuruh minum obat batuk itu lah.. Seakan-akan yakin sekali pada pilihannya.

Lalu ideceritafilmnya? Mmm.. (Belum kepikiran).. Hehe.. :)

Sunday, July 26, 2009

Tembakan Maut

Kalau di film-film tembak-tembakan seringkali banyak orang-orang yang cuma "numpang ketembak" doang. Padahal kalo dipikir-pikir,, peluang si jagoan sama si orang-orang tadi itu untuk ketembak itu.. mungkin sama. Atau mungkin lebih besar.

Jadi kepikiran ideceritafilm begini..

Ada seorang perampok yang jago abis lah.. dan biasa,, gayanya : petantang-petenteng gitu. Begitu dia keluar abis ngerampok satu toko perhiasan. Polisi-polisi udah ngepung. Jeger! Jeger! Mati satu per satu polisinya.

Begitu sang perampok mau masuk mobil dan hendak beranjak pergi.. Jeger! Salah satu polisi yang tadi udah jatuh tersungkur menembakkan sisa pelurunya dengan sisa-sisa napasnya. Alhasil.. Sang tokoh utama mati.

Karena jagoannya mati, abis deh filmnya.. :D

Terserah sih kalo mau dibilang akal-akalan aja biar jadi film pendek. Tapi menurut gw sih,, idenya lumayan.. Hahaha

Sunday, June 14, 2009

(belum ada judul : dari mimpi)


Cerita ini bener-bener dari mimpi saya..

Di dalam mimpi ini, saya dan ibu, serta adik saya sedang dalam suatu perjalanan menggunakan mobil. Mobil di depan tiba-tiba ngerem. Ibu saya yg waktu itu nyetir, tdk sempat ngerem, akibatnya tabrakan pun tak terhindarkan. Tidak disangka, mobil di depan ternyata adalah mobil presiden. Kebetulan, saat itu, presiden sedang tidak ingin ada penjagaan yang ketat.

Pak presiden marah, lalu memerintahkan untuk mencegat kami. Ibu saya serta merta tancap gas untuk melarikan diri. Mobil kami masuk ke sebuah gedung parkir. Seperti, di film-film, kami naik sampai tingkat yang paling tinggi. Kami kira jalan buntu.

Ternyata memang buntu, tapi di lantai paling atas sedang ada banyak orang yang sedang latihan capoeira. Setelah berbincang-cincang sebentar, mereka bersedia untuk membantu.

to be continued

Wednesday, June 10, 2009

Pak Woro

Pak Woro adalah seorang supir travel. Sedikit bosan kali, ya? Setiap hari melewati jalan yang itu-itu saja. Meskipun seperti jalan-jalan dari satu kota ke kota yang lain, tapi sebagian besar waktu dihabiskan untuk duduk di "kopkit".

Pada suatu hari, ada sesuatu yang bakal mengubah hidupnya. Perjalanan kali itu, bukanlah perjalanan biasa..

Monday, June 8, 2009

Gadis, Penjual Jagung Bakar

Dia rela berjualan malam-malam. Udara dingin dan gunjingan dari orang sekitar, seakan tidak diperdulikannya. Apa yang dicarinya? Uang pasti. Lalu.. jodoh (??). Untuk hal yang kedua ini, tidak sepenuhnya salah.

Dalam film, akan diperlihatkan bagaimana Gadis begitu ramah dengan para pelanggannya. Ia bukan murahan. Ia hanya mengikuti naluri di dalam hatinya.

Lalu bagaimana akhir dari kisah ini? Apakah ia berhasil bertemu dengan pria yang kelak menjadi teman sepanjang hidupnya? Tunggu sampai filmnya dibuat.. Ada yang berminat? :D