Analytics

Tuesday, September 4, 2012

Balapan Bajaj

Seorang pemuda di depan cermin dengan penuh percaya diri. Google transparan, helem hitam, jaket kulit, dan celana jeans... Persis penampilan seorang pembalap.

Ia keluar dari kamar kontrakannya, berlari-lari kecil sedikit untuk pemanasan, kemudian meloncat masuk ke dalam kendaraannya: Sebuah Bajaj.

Bajaj bukan sembarang bajaj. Bajajnya adalah spesifikasi sporty/ racing. Telah memenangi belasan perlombaan di "Dark Track Shadow"

bersambung...

Friday, March 30, 2012

Works from Home

hehehe..

Di suatu pagi, seorang pemuda baru bangun dari tidurnya. Dengan mata masih terpejam, ia menggerak-gerakan mouse laptop di sebelah tempat tidurnya. Pada sebuah browser, ia login ke website "drives from home". Di sudut lain kamarnya, sebuah televisi yang menyala memperlihatkan orang-orang yang sedang merayakan tahun baru 2020.

Di website tersebut terlihat ia bertugas sebagai supir taksi. Tidak lama waktu berselang, ada sebuah notifikasi muncul yang mengatakan "ada panggilan dari alamat...". Ia pun menjalankan mobil taksi keluar dari pool, menuju alamat tersebut.

Karena masih mengantuk, ia salah menekan tombol di keyboard. Ketika matanya terbuka kembali, taksi yang dijalankannya sudah menabrak sebuah pohon di dekat pangkalan taksi. Lalu sebuah notifikasi muncul di layar, "Izin berkendara Anda telah dicabut".

Sambil mengeluh, ia kembali berbaring tidur. Televisi di sudut kamarnya, memperlihatkan berita "Sebuah mobil taksi menabrak pohon pada dini hari"

Tamat :)

Thursday, September 1, 2011

Belajar Terbang (Part 2)


YASA
Bul..
Mau kemana?

Bul-bul sudah siap dengan tas besar menempel di punggung, sebuah topi kecil di kepala, dan sebatang ranting.. yg dipegang erat dan ditunjukkan ke arah cakrawala.

BUL-BUL
Ke sana..
Ke balik bukit..
Ku kan menuju

YASA
(menirukan bul-bul)
Ke sana.. ke balik bukit.. ku kan menuju..
Ha!!??
Kenapa ke sana, Bul?

BUL-BUL
Saat ibu-ku di bawa. Aku perhatikan sampai saat-saat terakhir.
Dan ke sanalah mereka membawanya..

YASA
Bul..
Kau pernah mendengar cerita tentang naga kecil yg bisa terbang?
Kecepatan kepakkan sayapnya bisa mencapai 60-80 kali per detik.
Desain tubuhnya yg sempurna memungkinkan ia dapat melakukan manuver-manuver yg luar biasa!

BUL-BUL
Naga kecil yg bisa terbang..
Capung, maksudmu?

YASA
(Yasa terdiam sesaat, kemudian kembali berbicara)
Ok..
Atau.. Kau pernah mendengar mengenai hewan pengerat berbulu..
Telinganya panjang.. Giginya besar-besar..
Ia dapat melahapmu dalam sesaat!

BUL-BUL
Kelinci?
Dia kan herbivor..

YASA
Baiklah.. Yg terkakhir ini, pasti akan menyurutkan semangatmu..
Hewan yg satu ini terbuat dari besi.
Kakinya bundar-bundar ada empat.
Bokongnya mengeluarkan asap yg dapat menyesakkan dada.
Tubuhnya besar, larinya kencang!

BUL-BUL
Hewan itulah yg telah membawa kabur ibuku,
bersama dengan manusia.

YASA
Bul, jadi..
Kau benar ingin mencari ibumu, walau apapun rintangan menghadang..
Seperti Ayah Marlin yg mencari Nemo sampai ke pelabuhan Sidney?

BUL-BUL
Yup!

YASA
Baiklah..
Aku akan menemanimu

BUL-BUL
Tidak usah, Yasa..
Biarlah perjalanan penuh bahaya ini, aku sendiri yg melewatinya..

YASA
Eits..
(menggoyang-goyangkan telunjuknya)
Kita akan menempuh petualangan ini bersama
(menggandeng bul-bul)
Seperti Frodo Baggins dan Sam Wisely

BUL-BUL
(tersenyum)
Baiklah..


Setelah Yasa berbenah, mereka pun berbaris di lintasan.. dan kemudian.. Terbang!

BUL-BUL
Yas, ngomong-ngomong soal Frodo dan Sam.. Kau ini siapa, dan aku siapa?

YASA
Tentu saja, aku Frodo, dan kau Sam.

BUL-BUL
Hmm.. Kenapa begitu?

YASA
Karena aku lebih tampan darimu!

BUL-BUL
Haha.. Enak saja..

YASA
Haha..
Ayok kita berangkat ke bukit Mordor!

BUL-BUL dan YASA
Hahaha..


(Bersambung..)

Saturday, August 13, 2011

17-30

Seorang pemuda berusia 17 tahun, terpeleset di balkon, kemudian jatuh dari lantai 30 sampai ke lantai dasar. Tubuhnya hancur, tetapi ia tidak mati. Ia koma sampai dengan usianya menginjak 30 tahun.

Sudah, demikian saja.. haha.. TAMAT

Friday, August 12, 2011

Belajar Terbang

Seekor burung kecil dan gembul sedang belajar terbang. Ia berlari-lari kecil di sebuah lintasan yang merupakan celah di antara akar-akar pohon di sebuah taman yang rimbun. "Bul-bul" nama burung kecil itu.

Bul-bul ditemani "Yasa", teman kecilnya, yang baru saja bisa terbang.


YASA
Bul, ayo, bul..

BUL-BUL
Aduuh, susah ini..

YASA
haha..
Kamu kurangi makan dulu mungkin..
Baru nanti bisa..

BUL-BUL
Bisa, terbang?

YASA
Bisa,, kurusan dikit!
hihihi

BUL-BUL
Huuuh..
[BEAT]
Aku harus bisa terbang, supaya bisa mencari ibuku yang diambil oleh manusia..


Bersambung..

Friday, February 19, 2010

Lupa Teman

Lupa sahabat, lupa kerabat.. Lupa saudara, mungkin juga lupa ingatan..
Itu adalah petikan dari lagu "Uang, Lagi-Lagi Uang" yang dipopulerkan oleh Nicky Astria. Tidak ada hubungannya dengan uang, tapi ideceritafilm yang satu ini ada hubungannya sedikit dengan potongan lagu tersebut.

Ideceritafilm-nya mengambil inspirasi dari film "50 First Dates" dan kehidupan saya sendiri. Bagaimana jika besok teman Anda lupa begitu saja dengan Anda? Sedikit disinggung dalam film Tarix Jabrix melalui tokoh Dadang, tetapi ideceritafilm yang satu ini lebih ekstrim.

Skenario filmnya bisa diarahkan kepada teori-teori mengenai cara menumbuhkan rasa pertemanan, sampai bagaimana menjaga hubungan baik tersebut. Bisa juga diselipkan tentang bagaimana pertemanan yang positif dan bagaimana pertemanan yang negatif.

Monday, January 4, 2010

Permintaan Terakhir

Pada film-film yang ada cerita mengenai hukuman mati, hampir selalu ada adegan di mana sang terdakwa ditanya mengenai permintaan terakhirnya. Jika hukuman matinya digantung, ditanyanya ketika di tiang gantungan. Kalau hukuman matinya kursi listrik, ditanya ketika sedang duduk. Kalau hukuman matinya disuntik mati, ditanyanya ketika sedang tiduran. Seakan-akan permintaan terakhir begitu penting dan wajib ada seiring dengan hukuman mati.

Permintaan terakhir seringkali menjadi adegan penuh tangis, jika konteks ceritanya adalah seseorang akan terpisah selamanya dari saudaranya, atau menjadi sangat intense jika sang terdakwa adalah seorang yang sangat licik, di mana permintaan terakhirnya tersebut akan juga menjadi kesempatan terakhirnya untuk meloloskan diri serta membuktikan kecerdasannya, atau akan menjadi biasa saja, jika sang terdakwa telah menyerahkan segalanya kepada Sang Mahakuasa. Sehingga, selain ada nuansa kematian, pada ideceritafilm ini bisa ditambah dengan nuansa kesedihan, ketegangan, atau religius.

Apapun konteksnya, permintaan terakhir adalah sesuatu yang sangat powerfull. Atau begitu setidaknya yang diperlihatkan di film-film. Seakan-akan sebuah permintaan terakhir harus dipenuhi, bagaimanapun caranya.

Lebih jelasnya, ideceritafilm ini adalah untuk film pendek. Yaitu, mengambil sepotong saja moment ketika seseorang harus mengucapkan permintaan terakhirnya, dan pihak yang berwenang mau-tidak-mau harus memenuhinya. Kalau mau dibawa ringan, mungkin permintaan terakhirnya adalah minta makanan yang banyak dan enak-enak. Kalau mau dibawa lebih serius, bisa permintaan terakhirnya adalah bertemu seseorang yang "misterius". Yah, lebih serius dan lebih misterius beda tipis, lah.. :D

Lalu apa pesan yang ingin disampaikan? Pesannya secara spesifik, mungkin akan berbeda-beda tergantung dari cerita yang akan dibawa oleh film ini nantinya. Tetapi, secara umum, satu pesan yang bisa dibawa, yaitu : "Jangan menyia-nyiakan kesempatan". Menjadi hiperbolik dalam cerita ini karena kesempatan tersebut betul-betul kesempatan yang terakhir. Terkesan klise, tapi sangat relevan dengan ideceritafilmnya.

Cukup menarik, bukan?