Analytics

Showing posts with label hidup. Show all posts
Showing posts with label hidup. Show all posts

Friday, June 5, 2009

The Book

Alkisah ada sebuah buku yang selalu menunjukkan apa yang ingin diketahui oleh pembacanya. Semua orang berusaha mendapatkannya. Sampai suatu ketika, buku itu terlupakan. Terbuang entah kemana.

Setelah waktu yang panjang, seorang peneliti mencarinya. Ia mendapatkan referensi dari tulisan orang-orang yang pernah membacanya.

Siapa yang membuat buku tersebut? Ada yang mengatakan buku itu ciptaan zat gaib, kerjaan pujangga, alien(??). Yang jelas, buku itu pernah memiliki pengaruh yang sangat hebat pada suatu masa.

Buku itu ternyata masih ada. Entah bagaimana, kondisinya masih cukup baik. Seorang anak menemukannya. Setelah puas bermain-main, ia kemudian memberikan kepada ibunya. Ibunya yang ketakutan melihat buku tersebut kemudian memberikannya kepada pihak yang berwajib. Oleh pihak yang berwajib, buku tersebut disimpan di museum. Tidak lama berselang, buku itu kemudian dicuri.

Buku memang sesuatu yang sangat powerfull. Konon kabarnya, columbus berhasil menemukan benua amerika karena memiliki buku yang sangat powerfull dalam bidang perniagaan. Hittler pun, menurut cerita, memiliki buku yang sangat powerfull dalam hal kekuasaan. Lalu apa yang membedakannya dengan buku ini?

Buku ini memberitahukan segalanya. Buku ini cuma satu. Dengan penciptanya yang satu. Dulu memang ia pernah menciptakan buku-buku lain sebelumnya. Tapi itu semua telah tidak ada. Hanya ini yang tersisa.

Wednesday, May 20, 2009

Pajak Barang Murah

Dari hasil mendengar guyonan anak-anak kos di sebuah angkot, seorang anggota dewan jadi terinspirasi. Setelah berunding dengan rekan-rekan sejawat, ide itu pun disampaikan dalam sebuah rapat. Sampai akhirnya lahirlah RUU Pajak Barang Murah. Di luaran, pro-kontra bermunculan. Suara-suara penolakan, termasuk dari salah seorang mantan presiden, katanya, "Wong jelas-jelas barang murah, kok dipajakin??". Juga ada penolakan dari partai yang mengaku-ngaku partainya "wong cilik". Serta penolakan dari rakyat yang juga sangat besar. Sampai pada akhirnya Undang-Undang itu gagal untuk disahkan.

Sementara itu, di Washington, terjadi ramai perbincangan mengenai desas-desus Indonesia akan memberlakukan pajak terhadap barang murah. "Segera diadakan Mukernas darurat!" begitu kata sang Presiden. Rapat berlangsung cukup singkat. Undang-Undang pun disahkan. Amerika menjadi negara pertama yang memberlakukan UU PPnBm (Pajak Pertambahan Nilai Barang Murah).

Mendengar berita itu, gedung bundar di Jakarta, menjadi resah kembali. Rapat kembali diadakan. Lebih cepat dari rapat di Washington, hasilnya berbeda 180 derajat dari hasil rapat pertama. Kata mereka, "Ya, kita kan memang sudah sejak awal telah memiliki UU PPnBM, jadi tinggal ditambahkan dan direvisi sedikit saja."

Sementara itu, di gubuk-gubuk reot dan kolong jembatan, rakyat hanya bisa termenung dan menggelengkan kepala. Tidak mengerti apa yang terjadi. :D

Sunday, March 29, 2009

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Menyambung dari postingan sebelumnya, jadi dapat ide buat sebuah acara tv. Konsepnya dokumenter. Objeknya : orang - orang yang sudah dianggap berjasa besar oleh masyarakat sekitar, tetapi seperti tidak ada timbal balik yang setimpal untuk mereka. Misalnya, tentang seorang guru yang sudah mengajar bertahun - tahun di sebuah desa, tapi tetap berstatus guru honorer, dan cerita - cerita lainnya (bukan hanya tentang guru lho..).

Orang - orang seperti itu pasti ada banyak, sehingga episodenya bisa sampai 100 lebih. Mungkin diri kita sendiri pun pernah melakukan yang seperti itu : berbuat baik pada sesama dengan ikhlas (tanpa pamrih).

Acara ini bisa menjadi penyejuk hati di siang hari, atau menjadi bahan untuk kita bermimpi di malam hari.

Ada tanggapan? Atau sudah ada ya acara seperti ini ??

Friday, July 25, 2008

Taubat

Seorang pemuda kuliahan, sebutlah bernama anto, adalah pemuda yang biasa saja (tidak menonjol dalam suatu bidang pun). Suatu hari ia pulang kuliah, seperti biasa setelah melepas sepatu kemudian bersantai-santai di tempat tidur. Ketika perutnya mulai lapar, ia keluar untuk makan malam.

Dalam perjalanannya pikirannya menerawang entah ke mana. Tiba-tiba, dilihatnya sesosok sesosok manusia yang tersungkur dan sepertinya berlumuran darah. Ternyata benar, setelah didekati terlihat jelas banyak darah keluar dari perutnya. Sepertinya pria itu adalah korban perampokan, yang jelas perutnya itu pasti bekas tusukan.

Dengan pikiran yang masih sedikit menerawang, anto langsung membopong pria tersebut. Perasaan kasihan, perut yang lapar, lelah, dan pusing karena melihat banyak darah, bercampur aduk menjadi satu.

Dengan bantuan tukang gerobak yang kebetulan lewat, sampailah mereka di klinik terdekat. Sayang sekali, nyawa korban sudah tidak tertolong.

Waktu berlalu, sekarang anto berada di rumah korban yang ternyata juga bernama anto. Anto (alm) yang sudah dimandikan dan dikafani, kemudian disholati bersama-sama. Anto pun mengikuti sampai proses penguburan.

Begitu banyak sanak saudara, teman, dan tetangga yang datang melayat.

Setelah semua prosesi selesai, anto langsung pulang dan tertidur lelap karena kelelahan. Esok paginya, anto bangun dengan semangat. Dalam hatinya, ia bertekad untuk memanfaatkan tiap detik waktu hidupnya sebaik-baiknya.