- Tema : Bebas
- Boleh ideceritafilm panjang atau ideceritafilm pendek
- Poskan ideceritafilm sebagai comment dari posting ini
- Pemilihan ideceritafilm terbaik akan dilakukan setelah 50 ideceritafilm terkumpul
- Pemilik ideceritafilm terbaik akan mendapatkan hadiah menarik
- Ketentuan ini masih dapat berubah atau ditambahkan
Blog yang berisi berbagai ide cerita film (iklan, film pendek, dan film panjang). "Hidupkan mimpi dengan cerita".
Analytics
Wednesday, April 22, 2009
Kontes Ideceritafilm
Tuesday, April 21, 2009
Street War
Seringkali kita melihat ada tikus mati di jalanan. Bisa jadi karena tergilas motor, mobil, atau truk. Tapi jarang kan melihat kucing mati di jalan? Kenapa coba? Jadi, begini ceritanya..
Terdapat suatu tradisi yang dipegang teguh oleh para kucing. Mereka menamakannya sebagai "street war". Pada tradisi ini, tikus yang telah diputuskan sebagai korban, akan digiring oleh satu kucing ke tengah jalan. Sementara seekor kucing lagi akan berjaga-jaga di sisi jalan yang lain. Kedua ekor kucing akan dengan sabar menunggu sampai tikus yang malang tersebut tergilas motor, mobil, atau truk.
Seperti itu ceritanya. Anda percaya? Atau tidak? Terserah Anda.
Sunday, April 19, 2009
Fine is Abnormal
Pasien : Saya.. baik-baik saja, dok
Dokter : Maksud Anda ?
Pasien : Iya, saya bisa berjalan normal, makan-minum normal, bernapas, semuanya. Tidak ada yang tidak normal. Saya merasa kalau saya baik-baik saja.
Dokter : Anda sudah pernah periksa sebelumnya?
Pasien : Iya, Saya sudah memeriksakannya di tiga tempat.
Dokter : Hasilnya ?
Pasien : Semuanya mengatakan bahwa tidak ada yang tidak normal. Mereka menyarankan saya untuk memeriksakannya kembali setelah beberapa bulan, dengan alasan ada kesalahan instrumen lah, dll. Tapi ini tiga-tiga nya, dok..?
Dokter : Pasti ada penjelasan untuk semua ini.
Pasien : Apa mungkin saya ini orang bumi ?
Dokter : Ayah Anda ?
Pasien : Sosjdalp
Dokter : Ibu Anda ?
Pasien : Piaufh
Dokter : Lalu bagaimana mungkin kalau Anda itu orang bumi? Lagian orang bumi..
Pasien : Telah punah sejak ratuuusaaaann tahun yang lalu. Iya, saya tahu.
Dokter : Sebaiknya Anda menenangkan diri dahulu. Anda bisa datang kembali ke sini minggu depan.
Pasien : Ya, mungkin sebaiknya begitu.
Saturday, April 4, 2009
Sang Pesulap (The Magician)
Film dimulai dengan memperlihatkan pesulap tersebut sedang mengadakan sebuah pertunjukan. Semua penonton menantikan kejutan baru yang akan ditampilkan oleh sang Pesulap.
Tanpa ada yang menyangka, sulapnya kali itu gagal. Penonton banyak yang merasa kecewa. Tapi sepertinya sang Pesulap yang paling terpukul. Tanpa sepatah kata, ia langsung turun dari panggung.
Promotor acara kemudian naik ke atas panggung dan meminta maaf kepada seluruh penonton. Ia berjanji akan mengembalikan uang penonton 100%.
Ketika para penonton telah pulang, sang Pesulap kembali naik ke atas panggung. Ternyata masih ada seorang penonton. Sang Pesulap mengundang penonton tersebut untuk naik ke atas panggung. Ia kemudian menunjukkan sebuah sulap. Sebuah sulap yang baru saja dilakukannya, dan gagal.
Saat itu ia melakukannya dengan berbeda. Ia melakukannya dengan senyum dan kegembiraan. Mungkin sesuatu hal yang telah ia lupa setelah pamornya naik. Suatu hal yang sebenarnya telah membuat dirinya menyukai sulap.
Kali itu sulapnya berhasil. Ia pun tertawa. Penonton itu pun tertawa.
Kamera menjauh. Fade Out. Lampu panggung dimatikan.
Sunday, March 29, 2009
Request Lagu
PENYIAR RADIO
Ya, mau lagu apa ?
Ada lagi ?
Mm.. mmm..
Yang lain?
Oh.. sip.. sip
Tapi maaf ya mbak kita cuma bakal puterin satu..
Yg pertama ?
Ok, terima kasih...
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Orang - orang seperti itu pasti ada banyak, sehingga episodenya bisa sampai 100 lebih. Mungkin diri kita sendiri pun pernah melakukan yang seperti itu : berbuat baik pada sesama dengan ikhlas (tanpa pamrih).
Acara ini bisa menjadi penyejuk hati di siang hari, atau menjadi bahan untuk kita bermimpi di malam hari.
Ada tanggapan? Atau sudah ada ya acara seperti ini ??
Sunday, March 22, 2009
Potret Peradaban Manusia

Film dapat menggambarkan "Potret Peradaban Manusia". Di saat buku-buku teks tidak dapat berbicara banyak, film dapat melenggang dengan elegan membawakan pesan - pesan penuh makna. Lewat film pula, kita dapat menyampaikan kegelisahan, kemarahan, kesedihan, kegembiraan, atau perasaan apapun yang ingin diungkapkan.
Tapi, apakah kita selalu jujur terhadap perasaan kita? Seberapa jauh kita berjuang untuk suatu hal yang sebenarnya kita ingin sekali? Atau kita hanya bisa marah dan menyalahkan orang lain ?
Lewat foto di atas, saya bukan ingin berbicara mengenai lingkungan hidup, atau buruknya penataan kota sehingga kurangnya daerah resapan air. Tapi saya ingin berbicara mengenai kejujuran.
Mungkin, di saat kita sedang menggerutu mengenai ramainya pembalakan liar, beberapa polisi hutan di sana sedang bersusah payah mengawasi ribuan hektar hutan. Sekali lagi saya bukan ingin berbicara mengenai hutan, tapi saya ingin berbicara mengenai ekspresi.
Mungkin di saat kita ngomel-ngomel tentang buruknya pendidikan, di pelosok sana seorang guru tetap bertahan demi mengajarkan sedikit ilmu bagi sekian banyak muridnya.
Sekali lagi, tidaklah penting apa objeknya. Yang penting adalah di mana kita menempatkan diri kita. Apakah di garis perjuangan ? Ataukah kita tetap asik dengan kesenangan kita masing-masing, dan tidak jujur dalam mengekspresikan perasaan ?